Monday, January 4, 2010
Tahun 2010: semoga jalan dilapangkan Tuhan
![]()
Para Pengunjung yang Terhormat,
Akhirnya sampailah kita pada tahun 2010. Ijinkanlah saya selaku pemilik gustri dot com untuk menyapa Anda semua, pengunjung yang kami cintai dan dengan setia telah menggunakan layanan ini.
Lika - liku perjalanan hidup yang penuh dengan dinamika mewarnai sepanjang tahun 2009, kami mengucapkan banyak terimakasih telah sudi berbagi rasa dan mata dalam blog ini. Semuanya tidak akan dapat terlaksana tanpa dukungan Anda.
Puji Syukur kehadirat Tuhan YME karena pada Tahun 2009 dimudahkan untuk jalan2 ke beberapa daerah (*masih di planet bumi), salah satunya bertempat di Kayangan tapi bukan dalam perwayangan. Konon tempat ini ramai sebagai tempat utk bertapa mencari wangsit para pejabat semasa pemilu:D
Dalam video dokumentasi kami, tersimpan prasasti di bawah batu payung bertuliskan “Hidup tanpa doa itu SOMBONG, Hidup tanpa usaha itu BOHONG”. Sebuah pelajaran yang menyadarkan betapa kecilnya diri kami di hadapan Tuhan.
when you can live forever, what do you live for?
Mari kita jalani Tahun 2010 dengan saling mengingatkan bahwa semua rekaman hidup akan diperlihatkan di Hari Akhirat. Tetep semangat!
Thursday, December 31, 2009
Dipenghujung Tahun 2009
![]()
Ada kebahagiaan yang tak terkira disaat menghadirkan diri di tengah orang-orang hebat. Selalu ada pelajaran yang baru dalam perjalanan hidup. Mereka hadir di dunia bukan dilahirkan sebagai seorang nelayan yang tangguh dan pemberani. Namun proses yang panjang yang menjadikannya memiliki sikap seperti itu.
Tanpa berbekal gps dan kompas, jangan tanya arah kemana sy pergi. Maju terusss!!! (*sementara belum dirancang utk bergerak mundur/reverse).
Satu hal lagi yang perlu diingat,,, nggak ada itu yang namanya garansi apalagi ganti rugi kalau nantinya perahu itu tenggelam di tengah sana. Beda banget dengan kasus prita ya? (gak nyambung)
Bagaimana kalau ngorbitnya pada malam hari? Photoprenic???
Monday, December 21, 2009
Urip kanti Ikhlas

Baru saja kita menjadikan diri sebagai saksi akan sebuah ketegasan dari sang waktu. Tahun Hijriyah 1431 H telah kita jalani dan sebentar lagi kita songsong Tahun Baru Masehi 2010. Mungkin anda akan bertanya “Memangnya kenapa?” atau “apa sih relevansi dengan judul di atas?”
Cukup dibilang orang aneh sehingga untuk bangun tidurpun harus dihoyog-hoyog (dibangunkan:red) oleh Emak gw. Anda yg sedang membaca ini bisa menertawakannya dan berseru “Hei, jek… ini sudah tahoen 2010. Sungguh kehidupan yang sangat jauh dari era U-City :p
Jujur saja kalau tahun 2009 cukup banyak pelajaran berharga. Sebuah ilustrasi menggantikan kata ikhlas diibaratkan buah kelapa dalam sayur lodeh. Proses yang begitu sakittt,,, dipetiknya buah kelapa dan dijatuhkan dari ketinggian pohon. Kemudian disumblat (dikupasss:red) dengan linggis untuk menghilangkan sabut kelapa. Tak cukup dengan itu, selanjutnya dipecahkannya bathok (tempurung) dengan gobang dan dijugil agar terpisahkan. Baru kemudian buah kelapa diparuttt lalu diperasss untuk diambil santannya.
Dalam santapan lezatpun gw hanya bilang “mak nyus” dan melupakan sebuah proses panjang di atas. Filosofi yang mendalam dari kata ikhlas…
Sudah ikhlaskah aq? Masih inginkah menjadi buah kelapa?
Namun yang terpenting gw harus mulai bangkit dan jangan menyerah…. [d’masiv mode on]